Assalamualaikum, Saya Ahmad Nashir Tsalata (ANT), saat ini menjadi mahasisa tingkat akhir mayor teknologi pangan, Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB. Minat saya adalah rekaya proses produksi dan substitusi kedelai pada tempe serta aplikasi Mocaf pada produk bakery. Saya memulai menulis dalam blog ini untuk membagi pengetahuan dan pengalaman saya terkait pangan serta berbagai opini saya mengenai isu politik dan Islam. Semoga apa yang saya tulis bisa menjadi inspirasi bagi yang membacanya. Bogor, 15 Januari 2015 Kontak dan diskusi: ahmadnsr93@gmail.com
Tempe merupakan produk fermentasi kedelai asli Indonesia. Catatan sejarah tertua yang ditemukan tercantum dalam Serat Centini yang ditulis pada abad 16. manuskrip tersebut terdapat tulisan hidangan " jae santen tempe " dan " tempe kadhele srundengan ". Kata tempe diduga berasal dari bahasa jawa kuno " tumpi" yang berarti makanan berwarna putih yang terbuat dari sagu. Tempe terbuat dari kedelai yang difermentasi oleh kapang Rhizopus oligosporus. Proses fermentasi mengubah karakteristik fungsional kedelai seperti hidrolisis protein menjadi asam-asam amino dan peptida, hidrolisis oligosakarida menjadi monosakarida dan degradasi asam fitat menjadi fosfor inorganik. Secara umum proses fermentasi kedelai dapat meningkatkan bioavaibilitas nutrisi kedelai, Masyarakat Indonesia telah membuat tempe dengan bahan baku selain kedelai, seperti tempe koro Benguk, tempe Lamtoro, tempe Kecipir, tempe Gembus, tempe Bungkil dan lain-lain. Sebuah penelitian yang dila...
Komentar
Posting Komentar