Langsung ke konten utama

Yogurt-Minuman Susu Fermentasi Kaya Nutrisi

Yogurt- adalah produk fermentasi susu dengan starter bakteri S. thermophilus dan Lactobacillus Bulgaricus. Dipercaya yogurt berasal dari timur tengah. Para musafir biasa menaruh susu dalam kantong kulit hewan. Secara tidak disengaja susu tersebut berubah menjadi asam dan ternyata rasanya enak dan disukai.

Kini, yogurt telah menjadi produk minuman yang mudah ditemui di minimarket bahkan kita juga bisa menemuinya di warung-warung atau toko kelontong. Bahan baku yogut sendiri, yaitu susu mempunyai kandungan protein, lemak, laktosa, mineral terutama kalsium yang tinggi yang diperlukan tubuh kita.

Melalui proses fermentasi, protein dan lemak dipecah asam-asam amino dan asam lemak yang lebih mudah diserap oleh tubuh. Laktosa juga diubah menjadi asam laktat yang baik bagi pencernaan. Yogurt lebih aman dikonsumsi bagi orang yang alergi laktosa dalam susu.

Selain untuk dikonsumsi, ada juga yang memanfaatkan yogurt sebagai masker wajah dan lulur. Untuk masker wajah dan lulur biasanya digunakan yogurt plain. Dipercaya yogurt mampu menjaga kesehatan kulit.

Umumnya yogurt dibuat dari susu sapi, tetapi ada pula yogurt yang terbuat dari susu kambing dan susu kerbau. Ada pula pilihan lain yaitu soygurt yogurt dari susu kedelai. Pengembangan produk yogurt layak untuk dijalankan, mengingat potensi pasar yang cukup besar dan antusias pasa yang sangat terbuka dengan produk baru.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jurusan Teknologi Pangan dari Sudut Pandang Mahasiswa

Jurusan Teknologi pangan, kebanyakan dalam pikiran yang pertama kali mendengar terbayang tentang masakan atau jurusan yang kaitannya dengan masak-memasak seperti koki. Memang, tidak sepenuhnya salah, jurusan ini memang kental dengan pangan -semua yang kaitannya dengan apa yang dikonsumsi manusia. Semua yang diajarkan di jurusan ini adalah pangan, seperti pengolahan pangan, keamanan dan mikrobiologi pangan, biokimia gizi dan manfaat kesehatan pangan serta peraturan pangan di Indonesia dan dunia internasional. Cabang terpenting dari jurusan ini adalah pengolahan pangan dengan sentuhan teknologi berdasarkan ilmu-ilmu pangan. Aspek teknologi berperan penting dalam membedakan jurusan ini dengan ilmu memasak.  Semua aspek tentang pangan harus ditinjau berdasarkan ilmu pengetahuan.  Misalnya dalam pembuatan roti tawar, diperlukan pengetahuan tentang karakteristik bahan baku seperti terigu, mentega/margarin, air, garam, gula, emulsifier dan ragi.  Mencampur bahan baku pun ju...

Teknologi Pengolahan Bumbu dan Rempah (Materi Kuliah Teknologi Pengolahan Pangan-ITP IPB 2016) Bag-1

           Rempah-rempah adalah bagian tumbuhan yang beraroma atau berasa kuat yang digunakan dalam jumlah kecil di makanan sebagai pengawetan  atau perisa dalam masakan. Rempah-rempah biasanya dibedakan dengan tanaman lain yang digunakan untuk tujuan yang mirip, seperti tanaman obat, sayuran beraroma, dan buah kering ( Wikipedia-Rempah-rempah) . Rempah-rempah mengandung komponen aroma (volatil) sebagai contoh jahe, lada, pala, ketumbar, merica dan lain sebagainya.             Beberapa istilah yang berkaitan dengan bumbu dan rempah-rempah: 1. Kondimen         adalah makanan formulasi yang berisi stu jenis rempah-rempah atau ekstrak rempah yang ditambahkan pada makanan setelahmakanan tersebut diolah (ditambahkan pada makanan pada saat makanan akan disajikan atau dikonsumsi) dengan tujuan memperbaiki citarasa makanan tersebut. Misalnya: garam seledri, garam b...

Tempe Campuran Kedelai dan Wijen

Tempe merupakan produk fermentasi kedelai asli Indonesia.  Catatan sejarah tertua yang ditemukan tercantum dalam Serat Centini  yang ditulis pada abad 16. manuskrip tersebut terdapat tulisan hidangan " jae santen tempe " dan " tempe kadhele srundengan ". Kata tempe diduga berasal dari bahasa jawa kuno " tumpi"  yang berarti makanan berwarna putih yang terbuat dari sagu. Tempe terbuat dari kedelai yang difermentasi oleh kapang  Rhizopus oligosporus.  Proses fermentasi mengubah karakteristik fungsional kedelai seperti hidrolisis protein menjadi asam-asam amino dan peptida, hidrolisis oligosakarida menjadi monosakarida dan degradasi asam fitat menjadi fosfor inorganik. Secara umum proses fermentasi kedelai dapat meningkatkan bioavaibilitas nutrisi kedelai, Masyarakat Indonesia telah membuat tempe dengan bahan baku selain kedelai, seperti tempe koro Benguk, tempe Lamtoro, tempe Kecipir, tempe Gembus, tempe Bungkil dan lain-lain. Sebuah penelitian yang dila...

Apakah Anda mengetahui potensi di daerah Kediri?